oleh

Herman HN : Sempat Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Skala Lingkungan Program Kotaku

BANDAR.LAMPUNG GS  —  Kelurahan Sawah Brebes Kecamatan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung, memiliki luas kumuh 7,12 Ha, merupakan wilayah sentra pengrajin tahu dan tempe. Tepatnya di RT 2 Lingkungan II. Persoalan kumuh yang mereka hadapi kumuh adalah drainase, akses air minum belum tercukupi, serta bau tidak sedap akibat limbah tahu-tempe.

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung telah melakukan penyuluhan kesehatan lingkungan agar para pengrajin sadar pentingnya pengolahan limbah agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Melalui bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2019 dibangun 1,939 meter drainase tertutup dan 6 sumur bor sebagai sarana air minum. Kegiatan itu bermanfaat bagi 161 KK, dimana 129 KK di antaranya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, sempat monitoring langsung pelaksanaan kegiatan skala lingkungan Program Kotaku di Kelurahan Sawah Brebes pada Oktober 2019 lalu, dan sangat terkesan dengan perubahan yang terjadi di sini.

Kondisi Lingkungan I dan II di Kelurahan Brebes kini jauh berbeda. Ruang terbuka publik yang dibangun membuat kampung ini lebih ramah anak. Ditambah kreativitas remaja yang menghias dinding dengan mural, menjadi daya tarik tersendiri dan membuat kampung ini sekarang dikenal dengan nama “Kampung Lukis”.

Kolaborasi juga dilakukan dengan dinas pertanian menciptakan lorong hijau. Warga memenuhi lorong kampung dengan tanaman obat, sehingga lingkungan menjadi asri sekaligus bermanfaat sebagai apotek hidup. Hanya satu PR tersisa, yakni pengelolaan limbah tahu-tempe yang baik agar mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. (*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 + = 22