
WAY KANAN GS – Komisi 1 DPRD Kabupaten Way Kanan, mengharapkan kepada pihak TNI dan Polri kiranya dapat memberikan sikap Propesional dalam mengamankan Aksi Pendudukan Lahan Masyarakat Guning Sangkaran yang di kuasai oleh PT.BMM sesuai yang di jadwalkan oleh masyarakat Gunung Sangkaran, pada Senin (17/2/2020) besok. Ujar Wilma Fadli anggota Komisi 1 pada Media ini. Minggu (16/2/2020).
Menurut Fadli, konplik Eeng cs dengan PT.BMM sudah terjadi sejak ia menjabat kepala Kampung Gunung sangkaran beberapa tahun yang lalu, PT.BMM terus meluaskan arial garapan perkebunan sawit hingga wilayah kampung Gunung Sangkaran, untuk publik tahui HGU PT.BMM terletak di Kampung Tanjung Raja Giham dan segara midar. Jelas Fadli.
Lanjut Fadli, PT.BMM terus membangkang bahkan serakah keagresepannya meluap hingga kuasai lahan milik Wilayah kampung Gunung Sangkaran dengan derama seperti kura kura dalam perahu, seakan mereka tak tau kesalahan mereka dan hal ini yang kami sayangkan. Terangnya.
“Saya meminta agar semua pihak melihat persoalan konplik Eeng cs vs PT.BMM secara benar dan tidak terus menuding masyarakat yang salah, untuk di ketahui masyarakat Gunung Sangkaran bukan orang gila yang berkonplik tanpa ada dasar”. Pungkas Fadli.
Sementara Skretaris kampung Gunung sangkaran Hendra, membenarkan Masyarakat Kampung Gunung sangkaran akan turun aksi di lahan milik masyarakat Gunung sangkaran yang sekarang di kuasai BMM.
“Ya besok Senin (17/2/2020), Masyarakat sudah siap turun aksi menduduki lahan mereka yang kini di kuasai PT BMM”. Ungkap Herman. (Saleh).
Bagikan ini:
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp












