oleh

Pemkab Way Kanan Jadwalkan 29 Januari 2020, Pertemuan Eeng Cs dan PT BMM

WAY KANAN GS – Ratusan masa yang menamakan Gunung Sangkaran Berani, Senin (27/1/2020) Kemaren, berunjuk rasa menyampikan aspirasi mereka di depan Kantor Bupati Waykanan dan pada hari Rabu (29/1/2020) besok, Bupati Way Kanan jadwalkan untuk mediasi antara Eeng cs dan Pimpinan PT BMN. Hal tersebut di ungkapkan Sekdakab Way Kanan Saipul Melalui Pesan Singkatnya kepada media. Selasa  (28/1/2020).

“Kemaren sudah saya koordinasikan dengan petinggi PT BMM. Bahwa Jumat besok mereka dapat jadwalkan pertemuan untuk mendengarkan apa yang menjadi keinginan Eeng Cs, saya berharap dengan pertemuan in kedua belah piihak bisa sepakat, sehingga komplik agraria kedua belah pihak selama ini dapat di selesaikan”. Jelas sekda.

Sementara Seketaris Kampung Gunung Sangkaran Hendera Gunawan juga langsung selaku pimpin aksi Gunung sangkaran Berani menjelaskan, Kedatangan Mereka Kekantor Bupati Way Kanan untuk mengungkapkan suatu kekesalaan mereka terhadap PT BMM yang sudah Lama menguasai Wilayah Kampung Gunung Sangkaran, tetapi hingga sekarang penguasaan Tanah Wilayah Gunung Sangkaran oleh PT.BMM belum ada Penyelesan.

“Dengan tegas Hendra mengatakan, di Tundanya kami untuk kuasai lahan Wilayah Gunung Sangkaran  yang sudah di kelola oleh PT.BMM itu di karnakan, kami masih melihat itikad Pemerintah Way Kanan untuk lakukan Penyelesaian konplik, namun bila mana PT BMM masih terus membangkang ribuan masa akan kuasai lahan,”. Kata Hendra.

Lanjut Hendra, “kami Pemerintahan kampung Gunung Sangkaran dan masyarakat, akan lawan PT BMM dengan dasar kami yang  jelas sebab, Kami tidak terima Wilayah kedaulatan Kampung Gunung Sangkaran yang sudah di tetapkan oleh para Tokoh Adat dan Pemerintah Pusat melalui PETA tahun 1995 di rampas paksa oleh PT.BMM”.Ungkap Gendra.

Terpisah, Eeng Saputra Korlap lapangan, meminta semua lembaga tidak di butakan dengan HGU dengan arial dapat melihat alasan hak Wilayah Gunung Sangkaran  yang sudah ada sebelum adanya HGU PT.BMM.

“Karna kuatir bila Konplik ini tidak di sikapi oleh pemerintah dan DPRD secara serius, konpilk seperti sungai sodong dan mesuji akan terjadi”. Tegas Eeng. (Saleh).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

− 4 = 3