Lapor Pak Wali, Proses Pembangunan Pasar Smep Diduga Tak Menerapkan K3

BANDAR LAMPUNG GS – Kinerja Walikota Bandar Lampung dua periode Herman HN, dalam memimpin Kota Tapis Berseri harus diacungi jempol. Pasalnya, Herman HN telah dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan di Bandar Lampung. Hal itu atas dasar banyaknya Pembangunan yang sudah diperbuat olehnya. Seperti pembangunan Flyover, Gedung Megah Satu Atap dan lainnya.

Nampaknya, kinerja bagus dari Herman HN akan sedikit tercoreng, akibat terindikasi lemahnya pengawasan dalam proses Mega Proyek pembangunan Pasar Smep tahap kedua. Hal itu dibuktikan saat awak media melakukan pemantauan dilapangan.

Dalam pantauan dilapangan, ditengah proses pembangunannya diduga para pekerja tidak menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Seperti, menggunakan helm pengaman, sepatu bot, Jaring dan safety belt. Pasalnya, K3 telah diatur oleh Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970. Apalagi mengenai pekerjaan konstruksi yang memiliki tingkat resiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen kegiatan tersebut, yang juga Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandar Lampung, Supardi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tak merespon. Begitupun saat kembali dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp juga tak ada balasan, Kamis (09/07/2020).

Perlu diketahui, dalam pantuan di LPSE, pembangunan pasar smep tahap kedua masuk dalam kategori Mega Proyek. Pasalnya, nilai pagu kegiatan tersebut sebesar 20 miliar rupiah dan dalam proses tendernya dimenangkan oleh PT Asmi Hidayat. (Gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

79 − = 78