oleh

Kepengurusan PGRI Lampung Tengah Masa Bhakti 2019 – 2024

KOTA GAJAH GS – Kepengurusan PGRI Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) masa bhakti 2019 – 2024 telah terbentuk, hasil konferensi PGRI Kabupaten Lampung Tengah Sabtu (11/1/2020).

Konferensi PGRI Kabupaten merupakan mandat tertinggi dalam organisasi PGRI untuk menentukan Pengurus dan Program Kerja 5 Tahun ke depan. Demikian disampaikan Ketua PGRI masa Bhakti 2016-2019 Sarjito. Di Balai Diklat BKPSDM Kotagajah.

Dalam laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan serta program 5 tahun yang telah dilaksanakan PGRI masa Bhakti 2016 – 2019. Sarjito juga mewakili Bupati Lamteng.

Saat membacakan sambutan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyampaikan beberapa pesan antara lain, agar para guru bukan hanya sebagai transfer of knowledge, tetapi juga sebagai transfer of value yaitu, untuk membimbing dan mendidik menjadi anak anak dan  bangsa yang beretika dan bermoral baik.

Selian itu juga sarjito mengingatkan, agar para guru selalu punya terobosan dan inovasi dalam rangka melaksanakan program Mendikbud yang baru yaitu, merdeka dalam belajar dan merdeka dalam mengajar.

Meskipun demikian lanjut sarjito guru punya tantangan yang berat sebagai agent of change atau agen perubahan ke depan dituntut untuk menyiapkan anak anak didik dapat bekerja yang pekerjaannya saat ini belum tersedia.


Di samping itu, guru di era digital saat ini harus mampu menyiapkan anak didik menggunakan teknologi dan informasi yang saat ini teknologinya belum ada. Katanya.

Karena itu guru di era digital harus mampu mengamban berbagai peran antara lain, agen perubahan, pembaharuan pengetahuan, konsultan pembelajaran, fasilitator, motivator, dan evaluator yang mumpuni. Ujar sarjito.

Untuk diketahui dalam konferensi tersebut, telah dipilih secara voting sesuai AD ART PGRI, untuk memilih Formatur yaitu Ketua, Wakil Ketua satu,Wakil Ketua dua dan Sekretaris, sedangkan pengurus lain yang jumlahnya 17 orang dipilih oleh formatur.

Selain itu turut hadir juga Ny. Hj. Elya Lusiana Loekman Djoyosoemarto yang mengenakan seragam PGRI (Karena anggota kehormatan PGRI Lamteng).

Ny. Elya  Loekman juga menyampaikan sambutan dan berbagai pengalamannya ketika menjadi guru SD, Kepala Sekolah, dan sampai menjadi Kadis Sosial Metro.

Ny. Elya Loekman berpesan kepada para guru untuk ikut serta mensosialisasikan pencegahan stunting, narkoba dan kenakalan remaja, serta menjadi pionir dalam melaksanakan program Pemda Lamteng yaitu Solat berjamaah di sekolah, dan program mematikan TV jam 18.00-21.00.

Kemudian serta mensosialisasikan program, Kartu Identitas Anak (KIA) dan Sensus Penduduk 2020 yang akan dimulai secara online pada tanggal 15 Februari 2020 sampai dengan 30 Maret 2020. Terangnya.

“Kiranya guru dapat membantu saudaranya mertua, orangtuanya, dan tetangga kanan kirinya”. Imbuhnya.

Selain itu, bunda ellya juga berpesan agar kepengurusan yang baru ini hendaknya dapat betul-betul menjadi pembaharuan bagi PGRI Kabupaten Lampung Tengah dalam mempertajam pencapaian visi dan misi organisasi melalui realisasi program-programnya. Pintanya.

Hal ini penting, karena PGRI sebagai organisasi profesi, keberadaannya dituntut untuk mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besanya bagi seluruh anggotanya. Pungkasnya. (Adv).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

+ 78 = 83