Bupati Dewi Handajani Membuka Bazar Sembako Murah Dan Pentas Kearifan Lokal

TANGGAMUS GS – Bupati Tanggamus Dewi Handajani, menghadiri sekaligus membuka Bazar Sembako Murah dan Pentas Kearifan Lokal, di Rest Area Kecamatan Pugung. Rabu (12/1/2022).

Kegiatan diselenggarakan oleh Perhimpunan Penggilingan Padi Indonesia (PERPADI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan Forum Aktivis Penggerak Wisata Pugung (FAPTAP) Kabupaten Tanggamus ini dilaksanakan dengan mengusung tema; “Bazar Sembako Murah dan Pengenalan Beras Bermutu (RATU) Guna Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Tanggamus”.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP – PKK Sri Nilawati Syafi’i, Ketua Dekranasda Ny. Nur’aini Hamid Lubis, Anggota DPRD Tanggamus Mujibul Umam, sejumlah Kepala OPD, Ketua PERPADI Zulfikri, Ketua HIPMI Fandi Ahmad, Ketua IWAPI Remi Fitri Maharyani, dan Ketua FAPTAP Samhadera, Camat Pugung Ahmad Yani, serta Uspika dan kepala pekon setempat.

Bupati Dewi Handajani dalam kesempatan itu mengapresiasi pelaksanakan Bazar Sembako Murah, sebagai bentuk kepedulian PERPADI, HIPMI, IWAPI dan FAPTAP.

Menurut Bupati, Bazar tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan sembako yang lebih murah. Terlebih dimasa pandemi Covid 19, dimana harga-harga bahan pokok merangkak naik.

“Cukup dengan uang 41 ribu rupiah, maka warga mendapat 1 paket sembako yang berisi 2 kg beras, 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula pasir.”

“Saya berikan apresiasi dan merasa bangga juga atas adanya Beras RATU ini. Karena ini semua merupakan sebagai wujud untuk mendukung ketahanan pangan serta mencukupi kebutuhan pangan di Kabupaten Tanggamus dan Provinsi Lampung,” ujar Bupati.

Selain bazar dilaksanakan juga kegiatan Pentas Kearifan Lokal, berupa pertunjukan Gitar Tunggal Lampung dan Tari Kreasi dari Kecamatan Pugung. Kegiatan ini merupakan salah satu sarana bagi generasi penerus untuk mencintai dan melestarikan seni dan budaya Lampung. Serta dilanjutkan pemberian sembako murah secara simbolis oleh Bupati Tanggamus secara simbolis kepada masyarakat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × = 7