oleh

Anggota DPRD Provinsi Lampung RMD Angkat Bicara Mengenai Isu Kondisi Pantai Sukaraja

BANDAR LAMPUNG GS – Anggota DPRD Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal (EMD), angkat bicara mengenai isu kondisi pantai Sukaraja di Bandar Lampung yang viral di media sosial. Ia menyayangkan sikap pemerintah setempat yang tampak saling lempar tanggungjawab terkait masalah sampah yang mengotori kawasan pesisir tersebut. Jumat (21/7/2023).

Pantai Sukaraja telah menjadi sorotan publik karena masalah sampah yang semakin parah. Namun, permasalahan ini justru dihadapkan pada perdebatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, yang mengklaim kewenangan dan tanggung jawab berbeda dalam menangani situasi tersebut.

Dalam pernyataannya, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan bahwa penanganan sampah di kawasan pesisir bukan menjadi kewenangan Pemkot. Ia merujuk pada undang-undang tahun 2023 dan 2014 yang menurutnya, membatasi kapasitas Pemkot dalam hal ini.

Sebaliknya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Emilia Kusumawati, dari Pemprov Lampung, bersikeras bahwa sampah yang sudah mencapai daratan dan termasuk wilayah Sukaraja harus ditangani bersama oleh semua pihak.

Ketidaksepakatan ini kemudian diibaratkan Mirza, sapaan Rahmat Mirzani Djausalm seperti sebuah rumah kontrakan. Ia menyatakan, jika seseorang menempati sebuah kontrakan dan mendapati atap bocor, apakah mungkin mereka menunda perbaikan hanya karena pemilik kontrakan yang seharusnya bertanggung jawab. Dengan analogi tersebut, Mirza berpendapat bahwa meskipun masalah ini mungkin memiliki aspek yuridis yang kompleks, pada akhirnya itu adalah bagian dari wilayah kita semua, dan tanggung jawab harus diemban demi kenyamanan bersama.

Lebih lanjut, Mirza mengharapkan bahwa apa yang terjadi di Pantai Sukaraja dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat untuk lebih sadar akan masalah lingkungan sekitar. Sebagai seorang anggota DPRD Provinsi Lampung, ia menyadari bahwa dirinya juga berbagi tanggung jawab dalam permasalahan ini.

Ia merasa malu karena merasa tidak aktif dan kurang berperan dalam menangani masalah lingkungan selama ini. Oleh karena itu, Mirza berharap agar seluruh pemangku kepentingan bisa lebih peduli dan berkontribusi aktif dalam menangani isu lingkungan di masa depan.

Menurutnya, kondisi Pantai Sukaraja di Bandar Lampung mengingatkan kita tentang pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga dan melindungi lingkungan. Bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan harus berpartisipasi aktif dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Semoga peristiwa ini menjadi titik balik bagi Bandar Lampung dan wilayah Lampung pada umumnya, agar lebih proaktif dan aware terhadap masalah lingkungan serta bergerak bersama untuk mencari solusi yang berkelanjutan, katanya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

+ 10 = 14