oleh

Anggota DPRD Provinsi Lampung Kostiana Para Pemuda Harus Menanamkan Dan Mengamalkan Nilai Nilai Pancasila

BANDAR LAMPUNG GSĀ – Sebagai generasi penerus bangsa, para pemuda harus menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut diutarakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Dapil Bandar Lampung Kostiana, saat mensosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Kelurahan Waykandis Kecamatan Tanjung Senang, Jumat (28/5/2021).

ā€œKami berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat membangkitkan kembali semangat Pancasilais yang mulai terkikis di kalangan anak muda di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,ā€ harapnya.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Lampung ini kembali menjelaskan, ancaman bangsa yang merusak moral ke depan bakal lebih besar lagi seperti misalnya radikalisme, intoleransi, berita hoax maupun terorisme.

ā€œMaka dengan sosialisasi ini kita memberi pemahaman terhadap Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan kepada para pemuda untuk di sosialisasikan kembali kepada teman, saudara maupun lingkungan,ā€ urainya.

Untuk itu, sambung Sekertaris Komisi IV DPRD Lampung tersebut, melalui sosialisasi ini agar generasi muda penerus bangsa dapat memahami nilai-nilai Pancasila untuk menghindari faham-faham yang bertentangan dengan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ā€œKarena menjaga keutuhan Pancasila bukan hanya tanggungjawab Pemerintah saja, tapi ini adalah tugas kita bersama merawat dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,ā€ pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Provinsi Lampung Herdaus mengatakan, nilai-nilai Pancasila mulai terkikis dengan pesatnya kemajuan teknologi dan perkembangan zaman.

ā€œPaham radikalisme, intoleransi, terorisme dan hoax akan sangat mudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita, jika kita tidak membentengi itu dengan empat pilar kebangsaan,ā€ kata dia.

Menurutnya, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan terorisme, radikalisme, dan intoleransi sejak dini. (*).